Tag
Durian..oh Durian, buah berduri yang banyak dinanti.
Bersyukurlah kita yang hidup di Kalimantan karena disini ada satu musim yang tidak ditemukan dibenua lain khususnya eropa yaitu Musim durian. Khusus di Indonesia masyarakat sangat akrab dengan yang namanya musim durian, walaupun negeri ini cuma punya dua musim yaitu musim panas dan musim hujan. Memang dimasyarakat dikenal banyak musim yang dihubungkan dengan buah yang sedang booming di masyarakat.
Alhamdulillah diakhir tahun ini banyak pohon durian yang sukses berbuah dan sudah mulai berjatuhan. Sepanjang jalan saya pulang pergi ketempat kerja banyak penduduk yang memajang durian di pinggir jalan untuk memancing pembeli singgah. Terus terang saya sebenarnya bukan pecinta durian. Apalagi mencium baunya yang sangat menyengat membuat syarat dihidung saya lumayan bereaksi. Kalau durian dibawa kerumah pasti deh saya tidak betah berlama-lama karena kepala akan pusing. he..he..
Berbeda dengan isteriku yang sangat senang durian, kalau melihat Durian pasti deh beli tak perduli dengan mahalnya harga. Dia sering berkomentar kan musim durian tidak setiap hari..hehe.. akhirnya luluh juga hati gue.. ya deh makan saja sepuasnya. Biasanya saya hanya bisa melihat dan bagian membuka kulitnya paling kuat makan 1 atau dua biji dibagian dalamnya saja. Isteriku pun senang dengan kebiasaanku yang seperti ini. Akhirnya akupun mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan seleraku yaitu beli durian demi Isteri dirumah dan tetangga yang juga mencium bau durian yang biasa kubawa pulang.
Walaupun kita sering melihat dan makan durian tapi tidak banyak dari kita yang mengenal durian dengan baik. Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebuah durian diduga berasal dari istilah Melayu, yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian sendiri berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang merupakan tanaman liar. Penyebaran durian ke arah barat adalah ke Thailand, Birma, India, dan Pakistan. Di Asia, buah ini sudah dikenal sejak abad 7 M. Berdasarkan catatan sejarah, nama lain durian adalah Duren (Jawa, Gayo), Duriang (Manado), Dulian (Toraja), dan Rulen (Seram Timur).
Buah durian memiliki manfaat mineral alamiah yang mudah dicerna oleh tubuh kita. Durian juga mengandung fosfor dan zat besi yang 10 kali lebih banyak dari buah pisang (mas, ambon, dan beranga). Tapi karena kandungan mineralnya yang tinggi, terutama kalsium dan zat besi, durian dapat menjadi penyebab masalah pada pergerakan usus besar. Bagi yang memiliki riwayat darah tinggi, disarankan untuk tidak mengkonsumsi buah ini bersama dengan alkohol karena dapat menyebabkan stroke. Selain itu, disarankan untuk banyak minum air putih sebelum dan sesudah makan durian untuk menghindari dehidrasi.
Selamat makan durian, hati-hati duri durian karena bisa membuat tangan anda terluka…waspadalah.
